Kampus MTs Negeri 1 Semarang (rencana)

Jadwal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017

Jawal UNBK SMP/MTs Tahun Pelajaran 2016/2017
No Hari & Tanggal Mata Pelajaran Sesi Waktu
1 Selasa, 2 Mei 2017 Bahasa Indonesia 1 07:30 - 09:30 WIB
2 10:30 - 12:30 WIB
3 14:00 - 16:00 WIB
2 Rabu, 3 Mei 2017 Matematika 1 07:30 - 09:30 WIB
2 10:30 - 12:30 WIB
3 14:00 - 16:00 WIB
3 Kamis, 4 Mei 2017 Bahasa Inggris 1 07:30 - 09:30 WIB
2 10:30 - 12:30 WIB
3 14:00 - 16:00 WIB
4 Senin, 8 Mei 2017 IPA 1 07:30 - 09:30 WIB
2 10:30 - 12:30 WIB
3 14:00 - 16:00 WIB

“Jadwal Libur Semester Genap”

Informasi Jadwal Libur

PISAH SAMBUT KEPALA MTs NEGERI I SEMARANG

Jum`at 15 Januari 2016 jam 08.00 wib bertempat di aula MTs Negeri I Semarang diadakan pisah sambut Kepala dari  Hj. Hidayatun, S.Ag, M. Pd kepada Drs. H. Mudlofir , M. M. kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan karyawan, pengurus komite, KKM MTs Kota Semarang beserta seluruh undangan. Hj. Hidayatun , S. Ag, M. Pd bertugas di MTs Negeri I Semarang  selama 3 tahun. Al Hamdulillah beliau sudah berusaha memperbaiki baik fisik maupun non fisik. semoga dengan kepala yang baru MTs Negeri I Semarang lebih baik dan lebih maju. Amiin.

PRAMUKA EMTESA BERKIBAR

Sabtu, 19 Maret 2016 merupakan hari yang berbahagia bagi seluruh akademika MTs Negeri I Semarang. Hal ini dikarenakan Pasukan Pramuka EMTESA putra Juara I dan putri juara 2 lomba tingkat karisidenan Semarang. Dalam lomba tersebut diikuti oleh seluruh MTsN se Karisidenan Semarang. Tempat lomba di Islamic Center Mayaran Semarang. Kepala MTs Negeri I Semarang Drs. H. Mudlofir, MM pada acara pelepasan peserta berpesan kepada seluruh peserta dan pembina, “Mengajak untuk meningkatkan semangat juang yang tinggi serta jangan pernah menyerah, Kita berjuang untung menang”.
Al hamdulillah dengan bekal latihan dan semangat yang tinggi tersebut membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Dengan juara I maka berhak untuk mewakili karesidenan Semarang ke tingkat Jawa Tengah. Harapan seluruh civitas semoga bisa mewakili Jawa Tengah ke Ternate. Amiin

OUT BOUND KELAS UNGGULAN

Sebanyak 192 siswa kelas unggulan MTs Negeri I Semarang mengadakan kegiatan out bound di Kaliurang Jogjakarta. Pelaksanaan pada hari Kamis 24 Maret 2016 dengan bimbingan para wali kelas dan sejumlah guru pembina kelas unggulan. Program ini dilaksanakan setiap tahun dengan daerah tujuan yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk penyegaran serta mempererat jalinan antar sesama. Berangkat dari Madrasah pukul 06.00 wib dengan menggunakan 4 bus. Al hamdulillah seluruh kegiatan bisa berjalan dengan baik dan lancar, sampai di Madrasah pukul 23.00 wib. MTs Negeri I Semarang memiliki 6 kelas unggulan dengan rincian perjenjang kelas ada 2 kelas unggulan. Orang tua wali murid sangat antusias memasukkan putra putrinya di program kelas unggulan. Semoga seluruh siswa siswi MTs Ngeri I Semarang menjadi puta putri yang sholih dan sholikhah. Amiin

DUA LULUSAN MTs NEGERI 1 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DITERIMA DI MAN IC

SEMARANG- Dua lulusan  Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Semarang diterima belajar di madrasah bertaraf internasional (MBI) MAN Insan Cendekia . Keduanya adalah Diana Tri Hastuti (IC Pekalongan) dan  , Daffa Afif Febriawan(IC Pekalongan) warga Sambiroto.

’’Di Indonesia sekarang  ada Delapan Belas Madrasah bertaraf internasional, untuk jawa tengah ada MAN IC Pekalongan yang baru berdiri,   Untuk bisa masuk sekolah tersebut harus melalui seleksi tingkat nasional,’’ .

Kelebihan belajar di MBI itu alumninya  banyak diterima di perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti alumni dari MTs N 1 semarang tiga tahun yang lalu DEWI AYU SETIA warga kampung gendong  yang baru lulus dari MAN IC Serpong di terima di ITB lewat jalur SNMPTN .

Tradisi ini bisa memperpanjang  prestasi para alumni sebelumnya yang dua tahun lalu  sempat vakum.

 Dua siswa tersebut sempat mewakili kota semarang di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat propinsi di kota Surakarta untuk mata pelajaran Matematika dan Biologi di bawah asuhan guru pembimbing Rohmah Nuryati,S,Si .

Kepala Kantor kementerian Agama Kota Semarang memberikan bantuan stimultan kepada mereka yang nantinya menjadi juara. ( Kang. Wahir)

PPL UIN WALISONGO

Sejak tanggal 25 Juli sampai dengan 22 September 2016 sebanyak 10 mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengadakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MTs Negeri I Semarang. Dengan guru pamong diantaranya Bpk. Agus Muhadjir, S. Pd (2 mahasiswa) jurusan Bahasa Inggris, Bpk. Abdul Wahab, S. Pd. I (2 mahasiswa) jurusan Bahasa Arab, Bpk Sofwan, S. Ag (4 mahasiswa) jurusan Bahasa Arab, Bpk M. Junaidi, S. Ag (2 mahasiswa) jurusan PAI dan Ibu Iffah Farikhah, S. Pd (2 mahasiswa) jurusan Bahasa Inggris.
Dalam sambutan penarikan Kepala Madrasah Drs. H. Mudlofir, MM mengatakan “terimakasih kepada seluruh civitas UIN Walisongo yang telah mempercayai MTs N I Semarang selama ini.  Dengan adanya MoU bersama diharapkan dapat meningkatkan kualitas masing-masing civitas”.  Bagi mahasiswa jangan hanya puas dengan nilai yang didapat dari guru pamong, karena masih banyak pengalaman yang harus didapat lagi, demikian lanjutnya.
Banyak kegiatan mahasiswa selama PPL selain mengajar di pagi hari mereka juga dianjurkan untuk menyalurkan hobby sekaligus ketrampilan yang dimilikinya dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Pujian Gubernur Untuk Paskibra MTsN 1 Semarang

Penampilan Paskibra MTsN 1 Semarang saat membawa teks deklarasi Gerakan Antinarkoba Jawa Tengah saat diserahkan Inspektur Apel Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Chandra AN)

Apel Deklarasi Gerakan Antinarkoba Jateng yang digelar 27 Oktober lalu di Halaman Kantor Gubernur Jateng, menyisakan rasa bangga di dada para Paskibra MTs Negeri 1 Semarang. Langkah tegak, gagah, berjalan dalam formasi dan konfigurasi barisan yang rapi layaknya militer, serta didukung pakaian kebesaran, membuat penampilan Paskibra MTs Negeri 1 Semarang memukau para peserta Apel deklarasi. Paskibra berjumlah 15 personil ini bertugas membawa teks deklarasi untuk dibaca oleh inspektur upacara  Gubernur Ganjar Pranowo.

Sekitar 2000 peserta apel serta seratus lebih tamu undangan termasuk Gubernur Ganjar Pranowo  menyatakan terpesona. “Sungguh keren dan saya salud dengan penampilan Paskibra kita ini. Selamat untuk Paskibra MTs Negeri 1 Semarang. Luar biasa. Apalagi terlihat seragamnya baru beli, kelihatan masih baru semua,” kata Gubernur yang bangga, saat mengawali amanahnya.

Begitu apel deklarasi dibubarkan oleh Komandan Apel Iman Wahyudi dari SMA 15 Semarang, Gubernur pun memberi kesempatan pertama foto bersama dengan Paskibra MTs Negeri 1 Semarang dan Paskibra SMA Negeri 15. Personil Paskibra SMA l5 bertugas sebagai komandan apel, komandan kelompok dan pembawa acara. Selesai berfoto dengan paskibra, Gubernur diserbu foto bersama dengan dengan peserta apel yang dari berbagai elemen pelajar, mahasiswa, ormas kepemudaan termasuk remaja masjid dan PNS.

Rasa kagum juga diungkapkan Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji Msi dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng Brigjen Pol Drs Tri Agus Heruprasetyo MH kepada Ketua Panitia Apel Isdiyanto Isman. “Sungguh tak menyangka, penampilannya sehebat itu. Paskibra MTsN ! Semarang memang  layak diberi peran membawakan teks deklarasi,” kata KH Darodji yang juga diiyakan Kepala BNNP Jateng.

Kepala MTs Negeri 1 Semarang Drs H Mudlofir Msi yang mendampingi Paskibranya, mengatakan, paskibra di madrasahnya sudah terbentuk lama dan sering menjuarai even tingkat Jateng. Khusus untuk tugas menjadi pembawa teks deklarasi, tim disiapkan selama 3 minggu di bawah pelatih Choirul Ulil Albab dan adiknya Aisyah Chusnul Jurnalita. Kedua pelatih ini, merupakan alumni Paskibra MTsN 1 Semarang.

“Pujian Pak Gubernur dan sejumlah tokoh Jateng lainnya untuk Paskibra kami, tentu sangat membanggakan dan akan menjadi pemicu kami untuk terus meningkatkan lagi performanya. Ini sebagai bukti kualitas madrasah saat ini tak bisa dinomorduakan. Kami harus maju pesat untuk meningkatkan kualitas SDM anak didik kami,” kata Mudlofir didampingi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Slamet Suharto. (Isdiyanto).

SUTRAH SHALAT

Hukum Lewat Di Depan Orang Yang Sedang Shalat

Mengenai hal ini perlu dirinci pembahasannya terkait beberapa keadaan:

Shalat Dengan Menggunakan Sutrah

Tidak ada perbedaan di antara para ulama bahwa lewat di depan sutrah hukumnya tidak mengapa dan lewat di tengah-tengah antara orang yang shalat dengan sutrahnya hukumnya tidak boleh dan orang yang melakukannya berdosa (Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah, 24/184). Berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا صلَّى أحدُكُم إلى شيءٍ يستُرُهُ من الناسِ،فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ

Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. jika ia enggan dicegah maka tolaklah ia dengan keras, karena sesungguhnya ia adalah setan” (HR. Al Bukhari 509, Muslim 505)

Juga sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

لَا تُصَلِّ إِلَّا إِلَى سُتْرَةٍ، وَلَا تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ، فَإِنْ أَبَى فَلْتُقَاتِلْهُ؛ فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِينَ

Janganlah shalat kecuali menghadap sutrah, dan jangan biarkan seseorang lewat di depanmu, jika ia enggan dilarang maka tolaklah ia dengan keras, karena sesungguhnya bersamanya ada qarin (setan)” (HR. Ibnu Khuzaimah 800, 820, 841. Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi (115) mengatakan bahwa sanadnya jayyid, ashl hadist ini terdapat dalam Shahih Muslim).

Dengan demikian kita tidak boleh lewat diantara orang yang shalat dengan sutrahnya, hendaknya kita mencari jalan di luar sutrah, atau lewat belakang orang yang shalat tersebut, atau mencari celah antara orang yang shalat, atau cara lain yang tidak melanggar larangan ini.

Shalat Tanpa Menggunakan Sutrah

Demikian juga terlarang lewat di depan orang yang sedang shalat walaupun ia tidak menghadap sutrah, orang yang melakukannya pun berdosa. Berdasarkan hadits dari Abu Juhaim Al Anshari, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنَ الإِْثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat” (HR. Al Bukhari 510, Muslim 507)