Theodora Niken Wijayanti Bermimpi Shalat

Theodora Niken Wijayanti Bermimpi Shalat

Hidayah itu diraih dengan segenap akal, dengan segenap ketulusan hati dan melangkah dengan segala kemampuan. Tidak terbersit untuk seorang Katolik, Theodora Niken Wijayanti menjadi Muslim.

Ini karena, Islam dan Muslim digambarkan banyak media identik dengan jahat, tidak peduli, dan teroris. Namun itu, tidak berlaku pada Niken saat mengetahui sendiri bagaimana Islam dan kehidupan Muslim.

Saat masih Katolik beliau sering bermimpi mengerjakan perintah Allah kedua yaitu shalat, namun mimpi itu tidak dihiraukan. Tapi mimpi itu terus hadir dan berulang kali menghampirinya yang membuatnya ingin tahu tentang islam, Inilah satu dari beberapa pintu hidayah itu ada padanya,

Disaat Niken ini mengetahui kasus pembunuhan saudari kita mualaf Eka Mayasari di Yogyakarta dan kepedulian Muslim atas hal itu membuat niken ini kagum dan ingin mengenal islam, bagaimana kehidupan Muslim, hingga ada pertanyaan dalam benaknya kenapa mereka sangat peduli terhadap sesamanya, khususnya mualaf?

Kakanda Fuad Andreago saat itu sedang berada di tengah panasnya terik matahari pusat kota jogja (Malioboro) beserta teman-teman laskar lainya untuk menyerukan keadilan bagi kasus pembunuhan Eka Mayasari.

Niken lalu menghubungi kakanda fuad, dan kakanda fuad pun melimpahkan kepada kami, kita saling berdiskusi , saling berbagi ilmu dalam suasana yang penuh persahabatan

Hidayah Allah diberikan beliau melalui mimpi dirinya mengerjakan shalat di saat masih Katolik. Kebersatuan dan kepedulian nyata Muslim saat itu membuka mata serta hati Niken.

“Alhamdullillah Pada 22 Mei 2015 ukhti Niken itupun memutuskan mualaf dihadapan kami, hari ini genap 5 hari beliau menjadi Muslimah, kita doakan semoga ukhti theodora ini kelak menjadi Muslimah yang kaafah,” kata Liana Yasmin, salah satu pembina mualaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *